1.1
Bagian
Tubuh yang Terlibat
-
Reseptor peraba (kulit)
-
Saraf sensorik, Saraf parasimpatetik dan saraf motorik
-
Sumsum tulang belakang dorsal (spinal cord)
-
Medula oblongata
1.2
Proses
Krikil
memberikan impuls kepada kulit, kulit memiliki beberapa bagian struktur yakni
ada bagian epidermis dan dermis. Bagian epidermis adalah bagian terluar kulit
berfungsi untuk menerima impuls dari reseptor, kemudian impuls itu diubah
menjadi pulsa eletrik menuju dermis pada bagian jaringan meissener. Jaringan
meissener yang mendapat impuls dari kerikil tersebut bergerak hingga
menyebabkan saraf sensorik (dendrit) yang menempel pada jaringan meisener
bergerak. Pulsa impuls tersebut berjalan menuju dendrit dari sana terjadi
transduksi elektrokimia menuju badan sel yang mana pada badan sel terdapat inti
sel yang mengatur segala aktivitas saraf, pulsa impuls itu terus berjalan
menuju akson (neurofibril dilapisi selubung mielin berfungsi untuk mempercepat
impuls kimia) kemudian rangsangan terus berjalan hingga tiba pada sinaps.
Dari
sinaps akan terjadi transmisi sinaps melalui proses sistesis neurotransmiter
asetilkolin, transportasi neurotransmiter peptida, potensial aksi pada neurotransmiter
menyebabkan neurotransmiter berjalan menuju post-sinaps, masuk ion Ca2+
untuk melepas neurotransmiter, neurotransmiter melekat pada ujung pra-sinaps.
Neurotransmiter lepas dari pra-sinaps menuju post-sinaps kemudian protein dari
pos-sinaps akan menangkap neurotransmiter asetilkolin yang lepas.
Kemudian
impuls elektrokimia berlanjut pada sumsum tulang belakang (spinal cord) bagian
dorsal, dan pada bagian dorsal impuls itu akan berjalan menuju saraf
parasimpatetis untuk memperlambat jantung. Dari saraf arasimpatetis tersebut
impuls akan berjalan menuju medula oblongata yang berfungsi mengontrol fungsi
otonomik (tidak disadari) seperti penapasan, pencernaan, detak jantung dan
fungsi pembuluh darah. Maka dari itu pijat refleksi dengan menggunakan kerikil
dapat menghilangkan lelah dikarenakan dapat menurunkan frekuensi detak jantung
yang diatur oleh saraf parasimpatetik. Kemudian impuls mengalir menuju saraf
motorik sehingga tiba pada neuromaskuler dan dapat menggerakkan kaki untuk
mengangkat dan menurunkan kaki saat terapi kerikil.
1.2 Kesimpulan
Terapi kerikil adalah salah
satu metode untuk menghilangkan lelah kerana terapi kerikil akan mempengaruhi
saraf simpapetik yang berfungsi dalam ketidaksadaran dan menenangkan. Jadi,
detak jantung yang awalnya cepat karena kelelahan akan menjadi lambat setelah
adanya impuls yangdiberikan oleh kerikil.
Sumber
: Kallat, JW. 2010. Biopsikologi Jilid I. Jakarta: Salemba Himanioka

Komentar
Posting Komentar